Cara Mengatasi Pertemanan Yang Toxic

by Ratna Marlina
Cara Mengatasi Pertemanan Yang Toxic

Berteman adalah sebuah kisah yang penuh warna. Setiap usia dari manusia akan selalu bertumbuh menjadi orang dewasa. Disaat usia semakin bertambah maka jaringan pertemanan juga akan terbentuk dengan sendirinya. Pertemanan ini bisa didapat dari berbagai macam cara mulai disaat mengeyam bangku sekolah hingga bekerja.

Setiap orang memiliki cerita yang beragam terkait siklus pertemanan. Di usia apapun itu, hal menarik akan sering terjadi namun ada yang tidak luput dari perhatian. Pertemanan yang baik bisa didapat dengan mempelajarinya di https://indotimes.net/.   Ini terkait dengan hubungan teman tapi toxic yang bisa dialami oleh siapa saja. Pertemanan yang toxic sangat menyayat hati dan ini bisa dijadikan pelajaran berharga.

7 Cara Mengatasi Pertemanan Yang Toxic

Hubungan pertemanan pada setiap individu berbeda – beda. Teman sangatlah penting terutama dalam membentuk mindset dan pola pikir. Namun, jika hubungan pertemanan dipenuhi dengan toxic maka akan lebih baik untuk segera diselesaikan. Sangat tidak baik berteman tapi toxic karena dapat mempengaruhi pikiran. Untuk mengatasinya, berikut adalah 8 cara mengatasi pertemanan yang toxic antara lain :

1. Tetap tenang 

Hubungan pertemanan yang dipenuhi dengan rasa toxic akan membuat fikiran menjadi kacau. Untuk mengatasinya maka tetap tenang adalah jalan yang bisa ditempuh. Usahakan untuk tidak panik dan tetap focus pada apa yang sedang terjadi. Orang yang akan melakukan toxic friend ini akan pergi dengan sendirinya apabila kamu tidak menanggapinya.

2. Hiraukan perkataannya

Jika temanmu akan terasa seperti sedang memojokkanmu. Akan lebih baik jika apa yang nantinya dilakukan adalah dengan menghiraukannya. Seseorang yang tidak dianggap keberadaannya akan dengan sendirinya menghilang. Terlebih jika kamu mempunyai hal positif lain sehingga menghiraukannya akan membuatmu terhindar darinya.

3. Tinggalkan saja 

Meninggalkannya akan lebih banyak memberikan impact yang besar. Kamu tidak harus menggubrisnya jika hal yang telah disampaikannya membuatmu terluka. Daripada berada didekatnya akan lebih tepat jika menghindarinya. Itu akan membuatnya berfikir tentang apa yang sudah dilakukannya sehingga dapat menciptakan kesadaran diri yang tinggi.

4. Focus pada yang lain

Seseorang yang memiliki karakter buruk akan cenderung berbuat sesuka hati. Ini adalah salah satu hal yang sangat menyebalkan terlebih jika dia memang tidak menyukaimu. Daripada hal ini membuatmu kecewa akan lebih baik jika kamu berfokus pada yang lain. Carilah alasan yang tepat agar kamu bisa menghindarinya sehingga diapun juga tidak akan merasa terluka. Lebih baik membalasnya dengan cara yang baik karena itu akan memperbaiki citramu kelak.

5. Menegurnya

Menjadi seseorang yang baik memang sulit. Seseorang tidak bisa dikatakan baik namun penilaian orang lainlah yang akan membuat kita semakin baik. Jika temanmu telah berbuat hal yang buruk padamu, sebagai teman kamu juga berhak untuk menegurnya. Kamu boleh bicara padanya dan bilang bahwa perbuatannya telah melukaimu. Jujur akan jauh lebih baik daripada memendamnya.

6. Ungkapan isi hati

Nilai dari pertemanan adalah dapat saling mengerti satu sama lain. Kamu berhak untuk bicara tentang isi hatimu terkait hubungan pertemananmu. Semakin kamu dapat menunjukkan isi hati maka temanmu akan tahu bahwa kamu juga berhak dimengerti. Ini adalah hubungan pertemanan yang saling mengerti dan menyayangi.

7. Mencari teman baru

Jika pertemanan toxic yang kamu alami sudah tidak bisa diselamatkan. Cara mengatasi pertemanan yang toxic paling ampuh adalah dengan mencari teman baru. Dengan begini kamu akan merasa lega dan tidak terbebani dengan fikiran dan perasaan.

Cara mengatasi pertemanan yang toxic akan membuat pengalaman pertemanan menjadi berharga. Berteman akan lebih baik jika saling menghargai dan mengasihi.

 

You may also like