Kamu Tipe Mahasiswa Yang Mana? Kupu-Kupu, Kura-Kura, Atau Kunang-Kunang?

by Ratna Marlina
“Ketika kamu duduk di bangku kuliah, pola pikir dan perspektif pemikiranmu akan terbentuk”

Kuliah di universitas setelah lulus dari Sekolah Menengah Umum merupakan pilihan mayoritas yang diambil oleh para siswa siswi sekolah menengah. Berbagai alasannya antara lain karena ingin mencari dan mendalami ilmu sesuai dengan minat dan passion kita, kuliah telah menjadi kebutuhan dengan tujuan untuk mendapatkan gelar sarjana agar mendapat pekerjaan yang bagus di masa depan, kuliah karena disuruh oleh orang tua, dan kuliah hanya untuk ikut-ikutan teman yang lain.

Bagi para siswa putih abu-abu yang mau melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, coba kenali dulu jenis-jenis tipe mahasiswa supaya ada gambaran sebelum masuk ke dunia kampus. Kamu mahasiswa tipe kupu-kupu, kura-kura, atau kunang-kunang?

1. Mahasiswa Tipe Kupu-kupu

 

Pertama, mahasiswa tipe kupu-kupu alias kuliah-pulang, kuliah-pulang. Mahasiswa tipe seperti ini biasanya setelah kuliah selesai, langsung pulang ke rumah. Kegiatannya lebih banyak dilakukan di luar lingkungan kampus, misalnya lebih fokus mengerjakan tugas di rumah, atau ia melakukan kerja part time sehingga harus membagi waktunya seefektif mungkin. Mahasiswa tipe kupu-kupu ini jarang aktif mengikuti kegiatan yang ada di kampus, berorganisasi, ataupun bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Ia adalah tipe education oriented, kuliah tujuannya untuk mendapat ilmu dan nilai yang terbaik.

2. Mahasiswa Tipe Kura-kura

Kedua, mahasiswa tipe kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat). Mahasiswa tipe ini aktif di organisasi dan kegiatan kepanitiaan intra-kampus maupun extra-kampus. Menurut mereka, kuliah tidak sekedar hanya mencari ilmu, tetapi perlu juga mencari ilmu non-akademik untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan passionnya masing-masing. Dalam mengisi waktu luangnya setelah pulang kuliah, ia akan berkumpul dengan anggota organisasi yang lain untuk melakukan rapat-rapat atau dengan panitia lain untuk menyiapkan project kegiatan. Terkadang, karena sering aktif terlibat dalam suatu kegiatan, waktunya berbenturan dengan jadwal kuliah. Akibatnya, harus memilih salah satu yang lebih diprioritaskan. Sehingga, terkadang harus sekali dua kali tidak masuk kuliah. Oleh karena itu, mahasiswa ini harus dapat membagi waktunya dengan baik antara kuliah, mengerjakan tugas kuliah, dan aktif dalam organisasi.

3. Mahasiswa Tipe Kunang-Kunang

Tipe terakhir adalah mahasiswa kunang-kunang (kuliah-nangkring, kuliah-nangkring). Ini adalah jenis mahasiswa yang kurang serius dalam menjalani perkuliahan dan lebih suka main dan nongkrong bareng teman-teman. Kalau anak kost-an, biasanya setelah kuliah selesai, ia akan berkumpul dengan teman-temannya untuk mengobrol, bermain games, melakukan hobi bersama, atau jalan-jalan ke mall untuk nonton bareng atau sekedar mencoba makan di cafe.

Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat kelebihan dan kekurangan dari tiap tipe mahasiswa tersebut. Namun, yang paling penting bagi mahasiswa adalah belajar dengan tekun agar bisa lulus tepat waktu, karena orang tua kita sudah bekerja keras untuk membiayai studi kita. Jadi, kita harus bisa membuat mereka bangga, karena masa depan kita ada di tangan kita sendiri, dan itu dimulai dari sekarang! Yuk, kita gapai masa depan dengan semangat!

You may also like